Sudah semestinya tidak mengharapkan orang yang kita tolong membalas jasa kita,bahkan kita tidak pernah merasa menolong dan berjasa,karena hakikatnya segala perbuatan baik yang melakukan itu Allah. Tidak mengharap pahala dan syurga, tidak mengharap ahwal, kasyaf, warid, tidak mengharap karomah, ilmu dan lain lain. Di lakukan itu semua karna yang di harapkan hanya Allah semata,bukan apapun selain Allah.
Itulah yang di sebut ikhkas yang sebenarnya, jika orang telah seperti itu maka dengan sangat mudah dia akan memasuki alam suluk,dan dengan sangat mudah mengarungi perjalanan batin,sebab dia hanya berjalan lurus semata tanpa mampir dulu ke kiri dan kekanan,dan karena keikhlasanya itulah maka Allah akan menuntun,membimbing,dan memimpin langkah batin kita.
Sehingga tidak jarang orang yang seperti ini mampu menyalib orang orang yang terlebih dahulu bersuluk dari pada dirinya,temanya sudah bersuluk selama lima tahun tapi gak wushul wushul,tapi dia bersuluk cuma satu tahun inshaallah sudah wushul.
Di luar itu semua segala sesuatunya telah di tentukan dan di takdirkan Allah, sebab hakikatnya bukan kita yang melakukanya melainkan Allah lah yang melakukan semua itu.
Setelah wushul itulah maka kita baru mengetahui siapa Aku yang sebenarnya,sehingga kita tidak lagi mengaku ngaku,ini uangku,ini motorku,ini mobil ku,itu rumahku,itu peasawat ku ,itu kapal pesiar ku ,dan semuanya milik ku,padahal itu semua adalah milik Allah.
Dan tidak juga merasa berjasa,_kalau gak karrna aku_kalau gak oleh aku_,padahal yang berbuat hakikatnya adalah Allah semata.
Semoga saja kita mampu mengetahui harga diri kita ini,sehingga minimal kita tidak stres jika bangkrut karna harta,atau terjadi musibah apapun itu,sebab semuanya milik Allah,dan sekarang dia mengambilnya.
Allahumma sholli wa sallim wa baarik 'ala syayyidina muhammadin nurizaati wassirris Saari fii saairil asmaai washifaati wa 'ala aalihi wa shohbihi wa sallim.
Aamiin aamiin ya rabbal'alamiin
Wassalamualikum Warahmatullahiwabarakatuh








Tidak ada komentar:
Posting Komentar