Sering kita dengar pribahasa: “Air beriak tanda tak dalam.” Karena air itu mudah keruh maka tanda air itu dangkal dan jika ada barang datang masuk ke dalam air maka akan menyentuh dasar air yaitu tanah atau pasir sehingga menimbulkan riak yang keruh.
Sama ketika kita mudah terpancing emosi, suasana hati mudah berubah tak bening lagi, mudah marah, mudah tersinggung, dan mudah keruh, maka itu tanda hati dan pikiran kita tak dalam atau pikiran dan hati kita dangkal.
Biarkanlah orang melempar apa saja ke dalam samudera, samudera tak akan berubah, samudera akan seperti biasa, biar kotoran masuk, semut masuk samudera, gajah masuk samudera bahkan pesawat masuk samudera, maka samudera akan tenang kembali seperti sediakala, seperti tak pernah ada sesuatu apa pun masuk samudera.
Begitu juga kedalaman hati dan pikiran, ketika apa pun masuk, entah hujatan, cacian, fitnahan, dimusuhi, dibenci, maka hati yang sedalam dan seluas samudera, akan tenang tak terpancing dan hati seluas dan sedalam samudera akan tetap damai dalam alam keluasan dan kedalamannya sendiri. Itu baru samudera, belum hati dan pikiran seluas langit dan cakrawala, belum lagi hati dan pikiran seluas kasih sayang Allah Ta'ala.
Semua ini Allah ciptakan, termasuk kita manusia. Allah melarang ini, Allah memerintahkan itu, dan manusia dilarang ini oleh Allah sebagai penciptanya, tapi larangan diterjang, Allah memerintakan itu tapi manusia tak menjalankannya, apa lantas seketika Allah murka dan marah? Tidak, manusia tetap dibiarkan hidup gratis menempati dunianya Allah, dan menghirup udara gratis yang Allah punya, dan tetap diberi ijin hidup sampai dibiarkan menghabiskan ijin tinggalnya di dunia, bahkan dibiarkan berbuat maksiat sepuas-puasnya.
Perumpamaan hati dan pikiran yang sempit dan dangkal itu, tak beda ketika kamu disalahkan, dianggap sesat, dihina, kamu lantas membantah. Berbantah-bantahan dan tak terima itu menunjukkan hati dan pikiranmu dangkal, sekalipun kau sudah berumur ratusan tahun. Dan kau hamba Tuhan yang amatiran.
Jangan membantah orang yang kurang akal, jangan membantah orang yang gila, karena orang lain akan menganggapmu sama gilanya.
Jadi, orang yang hatinya seluas samudera dan bukan itu, bisa dilihat dari bagaimana dia ketika menerima keburukan dan caci maki yang dilemparkan kepadanya.
Sang Kyai








Tidak ada komentar:
Posting Komentar